Hasil kajian dokumen menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas XI MIPA 1 masih sangat rendah. Hal ini ditunjukkan dari hasil belajar materi di semester gasal, hasil ulangan harian pada semester genap biasanya siswa tuntas KKM pada kelas XI MIPA 1 ini rata- rata hanya 5 orang (15,15 % dari 33 siswa). Kajian dokumen dari penilaian aktivitas belajar siswa oleh guru menunjukkan bahwa hanya ada 3 siswa yang berusaha menjawab pertanyaan guru dan ada sekitar 5 orang siswa yang mengerjakan latihan soal di depan kelas.
Dari hasil observasi, wawancara, dan kajian dokumen diperoleh kesimpulan bahwa terdapat masalah dalam kelas XI MIPA 1 yaitu bahwa pada kelas tersebut aktivitas belajar siswa amat rendah. Selama kegiatan belajar mengajar siswa hanya bersifat pasif menerima materi yang disampaikan oleh guru. Hasil observasi prasiklus menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa di kelas XI MIPA 1 rendah, Motor Activity selama pembelajaran di kelas adalah 0 %, Oral Activity terhitung 6.90 %, dan Writing Activity terhitung 27.59 % siswa aktif dari 29 siswa.
Hasil belajar dalam ranah kognitif siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 6 Surakarta juga dapat dikatakan sangat rendah. Siswa tuntas dalam tes kognitif materi kesetimbangan benda tegar hanya 3 orang siswa (10.35 % % dari 29 siswa) sedangkan siswa tak tuntas berjumlah 26 siswa (89.65 % dari 29 siswa). Kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan oleh pihak sekolah yaitu 70.
Download contoh Jurnal PTK SMA IPA Disini
Tampilkan postingan dengan label PTKsmasmk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTKsmasmk. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Januari 2018
Contoh Jurnal PTK SMA IPA: PENERAPAN MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan olehpeneliti, dapat diketahui bahwa masih terdapat beberapa kelemahanyangterjadi pada peserta didik yaitu: 1) Masih terdapat peserta didik yang melakukan aktivitas lain diluar pembelajaran. 2) Masih ada peserta didik yang belum berani menyampaikan pendapat. Berdasarkan hasil refleksi diatas, maka dapat dianalisis tindakan perbaikan untuk siklus II pada pertemuan berikutnya: 1) Guru harus memberikan semangat dan juga memberikan penjelasan yang lebih jelas, rinci dan menarik agar peserta didik bisa fokus terhadap materi yang disampaikan.2) Guru lebih memotivasi peserta didik agar lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran seperti dalam kegiatan diskusi maupun presentasi didepan kelas. 3) Guru juga harus lebih sering mengajak peserta didik berkomunikasi atau membangun relasi agar peserta didik juga turut aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Kegiatan siklus II merupakan kegiatan yang sama dengan siklus I, yaitu mengulang kembali proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning untuk melakukan perbaikan dari kegiatan siklus I. Perbedaan hanya terletak pada perencanaan, perencanaan pada siklus II mengacu pada refleksi siklus I dan materi yang diajarkan sesuai dengan penerapan Problem Based Learning. Penerapan pembelajaran sosiologi pada siklus II menggunakan model Problem Based Learning adalah sebagai berikut: a. Tahap Perencanaan Tindakan Siklus II. Tindakan siklus II lebih difokuskan untuk penyempurnaan dan perbaikan siklus I.
Materi yang digunakan pada siklus II ini adalah pengendalian sosial. Pada kegiatan ini peneliti menentukan bahwa pelaksanaan siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan sekaligus evaluasi. b.Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus II. Tahap pelaksanaan tindakan siklus IIini dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2016 dan 24 Maret 2016. c. Tahap Observasi Tindakan Siklus II: 1) Tahap Mengajar, dalam siklus II dilaksanakan dengan 2 pertemuan sekaligus evaluasi. 2) Diskusi Kelompok, pada kegiatan berdiskusi masing-masing kelompok mendiskusikan soal diskusi dalam bentuk contoh berita pada pertemuan pertama dan materi gambar pada pertemuan kedua. 3) Presentasi, setelah kegiatan diskusi selesai, setiap kelompok harus menyiapkan diri untuk selanjutnya mempresentasikan hasil diskusi. 4) Evaluasi, dalam siklus II ini kegiatan evaluasi dilakukan pada pertemuan kedua setelah semua kelompok mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas. 5) Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik
Download contoh Jurnal PTK SMA IPS disini
Kegiatan siklus II merupakan kegiatan yang sama dengan siklus I, yaitu mengulang kembali proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning untuk melakukan perbaikan dari kegiatan siklus I. Perbedaan hanya terletak pada perencanaan, perencanaan pada siklus II mengacu pada refleksi siklus I dan materi yang diajarkan sesuai dengan penerapan Problem Based Learning. Penerapan pembelajaran sosiologi pada siklus II menggunakan model Problem Based Learning adalah sebagai berikut: a. Tahap Perencanaan Tindakan Siklus II. Tindakan siklus II lebih difokuskan untuk penyempurnaan dan perbaikan siklus I.
Materi yang digunakan pada siklus II ini adalah pengendalian sosial. Pada kegiatan ini peneliti menentukan bahwa pelaksanaan siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan sekaligus evaluasi. b.Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus II. Tahap pelaksanaan tindakan siklus IIini dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2016 dan 24 Maret 2016. c. Tahap Observasi Tindakan Siklus II: 1) Tahap Mengajar, dalam siklus II dilaksanakan dengan 2 pertemuan sekaligus evaluasi. 2) Diskusi Kelompok, pada kegiatan berdiskusi masing-masing kelompok mendiskusikan soal diskusi dalam bentuk contoh berita pada pertemuan pertama dan materi gambar pada pertemuan kedua. 3) Presentasi, setelah kegiatan diskusi selesai, setiap kelompok harus menyiapkan diri untuk selanjutnya mempresentasikan hasil diskusi. 4) Evaluasi, dalam siklus II ini kegiatan evaluasi dilakukan pada pertemuan kedua setelah semua kelompok mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas. 5) Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik
Download contoh Jurnal PTK SMA IPS disini
Contoh Jurnal PTK SMK; PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN MATERI JIWA KEPEMIMPINAN BAGI SISWA KELAS X AK 1 SEMESTER II
Berdasarkan data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang mempunyai aktivitas belajar dengan kategori aktif pada kondisi awal adalah sebanyak 4 orang siswa atau 11.11%. Siswa dengan aktivitas belajar kategori cukup aktif sebanyak 14 orang siswa atau 38.89%. Siswa dengan aktivitas belajar kategori kurang aktif sebanyak 18 orang siswa atau 50.00%.
Hasil tes ulangan harian diperoleh dari 36 orang siswa di kelas X AK 1 SMK Negeri 4 Klaten pada semester II tahun pelajaran 2013/2014. Hasil tes menunjukkan bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 68.0 dan nilai tertinggi adalah sebesar 82.0. Nilai rata-rata kelas adalah sebesar 74.72. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa ternyata masih di bawah KKM yang ditetapkan, yaitu dengan KKM > 75.00. Atas dasar hal tersebut, maka siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 4 Klaten secara klasikal belum mencapai ketuntasan belajar pada pembelajaran kewirausahaan.
Ditinjau dari ketuntasan belajar, jumlah siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar dengan KKM > 75.00 adalah sebanyak mencapai 20 orang siswa atau 55.56%. Sisanya sebanyak 16 orang siswa atau 44.44% belum mencapai ketuntasan belajar.
Data perolehan nilai hasil ulangan harian berdasarkan ketuntasan belajar dapat disajikan pada tabel di bawah ini.
>Download contoh Jurnal PTK SMK Disini
Hasil tes ulangan harian diperoleh dari 36 orang siswa di kelas X AK 1 SMK Negeri 4 Klaten pada semester II tahun pelajaran 2013/2014. Hasil tes menunjukkan bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 68.0 dan nilai tertinggi adalah sebesar 82.0. Nilai rata-rata kelas adalah sebesar 74.72. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa ternyata masih di bawah KKM yang ditetapkan, yaitu dengan KKM > 75.00. Atas dasar hal tersebut, maka siswa kelas X AK 1 SMK Negeri 4 Klaten secara klasikal belum mencapai ketuntasan belajar pada pembelajaran kewirausahaan.
Ditinjau dari ketuntasan belajar, jumlah siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar dengan KKM > 75.00 adalah sebanyak mencapai 20 orang siswa atau 55.56%. Sisanya sebanyak 16 orang siswa atau 44.44% belum mencapai ketuntasan belajar.
Data perolehan nilai hasil ulangan harian berdasarkan ketuntasan belajar dapat disajikan pada tabel di bawah ini.
>Download contoh Jurnal PTK SMK Disini
Kamis, 30 November 2017
JURNAL PTK KELAS XI IPA KIMIA: PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN DALAM JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI LAJU REAKSI
Siswa dikatakan inventif bila memberikan ide baru. Siswa ini menunjukkan daya pikir orisinil dalam interpretasi mereka. Sikap inventif dapat ditunjukkan dengan pernyataan verbal dan tindakan seperti (a) Menggunakan peralatan dalam cara yang konstruktif dan tidak biasa; (b) Mampu memberikan saran untuk eksperimen yang baru; (c) Mendeskripsikan kesimpulan secara detail dari pengamatan mereka.
Siswa yang mendasarkan saran dan kesimpulan mereka pada fakta dan kenyataan. Mereka mungkin menunjukkan berfikir kritis lebih besar pada pernyataan verbal, seperti (a) Menggunakan fakta atau bukti untuk mengambil suatu kesimpulan; (b) Menunjukkan kontradiksi pada laporan mereka dibandingkan teman sekelasnya dan (c) Dapat mengubah ide mereka berdasarkan bukti.
Peserta didik yang tetap tertarik secara aktif dalam masalah untuk jangka waktu yang lama dibandingkan dengan teman sekelasnya dikatakan memiliki sikap persisten (teguh pendirian). Mereka tidak mudah diganggu dari aktivitas mereka. Mereka menunjukkan sikap ini dengan cara (a) Terus meneliti materi; (b) Mengulang eksperimen yang gagal dan (c) Menyelesaikan kegiatannya meskipun teman sekelasnya telah selesai lebih dulu.
Keterampilan kooperatif yang diamati dalam pelaksanaan Jigsaw meliputi partisipasi kelompok, pembagian tanggung jawab, kualitas interaksi, dan peran dalam kelompok.
Download disini! JURNAL PTK KELAS XI IPA KIMIA: PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN DALAM JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI LAJU REAKSI
Siswa yang mendasarkan saran dan kesimpulan mereka pada fakta dan kenyataan. Mereka mungkin menunjukkan berfikir kritis lebih besar pada pernyataan verbal, seperti (a) Menggunakan fakta atau bukti untuk mengambil suatu kesimpulan; (b) Menunjukkan kontradiksi pada laporan mereka dibandingkan teman sekelasnya dan (c) Dapat mengubah ide mereka berdasarkan bukti.
Peserta didik yang tetap tertarik secara aktif dalam masalah untuk jangka waktu yang lama dibandingkan dengan teman sekelasnya dikatakan memiliki sikap persisten (teguh pendirian). Mereka tidak mudah diganggu dari aktivitas mereka. Mereka menunjukkan sikap ini dengan cara (a) Terus meneliti materi; (b) Mengulang eksperimen yang gagal dan (c) Menyelesaikan kegiatannya meskipun teman sekelasnya telah selesai lebih dulu.
Keterampilan kooperatif yang diamati dalam pelaksanaan Jigsaw meliputi partisipasi kelompok, pembagian tanggung jawab, kualitas interaksi, dan peran dalam kelompok.
Download disini! JURNAL PTK KELAS XI IPA KIMIA: PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN DALAM JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI LAJU REAKSI
Kamis, 27 April 2017
Jurnal PTK SMA Kelas XII Mapel Kimia (Persamaan Reaksi Redoks)
Prosedur penelitian, yaitu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data dengan observasi, kuesioner, dokumentasi dan tes Analisis data terdiri atas analisis deskriptif kualitatif dengan membandingkan siklus I dan siklus II dan deskripstif komparatif dengan membandingkan nilai tes siklus I dan nilai tes siklus II kemudian direfleksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam menyetarakan persamaan reaksi redoks mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tes kondisi awal didapatkan 21 siswa (60 %) tuntas belajar dengan nilai rata-rata 68,78, pada siklus I didapatkan 28 siswa (80 %) tuntas belajar dengan nilai rata-rata 76,86, dan pada siklus II didapatkan 32 siswa (91,4 %) tuntas belajar dengan nilai rata-rata 80,66.
Berarti dari kondisi awal ke siklus I terjadi peningkatan ketuntasan belajar sebanyak 7 siswa (20 %), peningkatan nilai rata-rata sebesar 8,08 dan dari siklus I ke siklus II peningkatan ketuntasan belajar sebanyak 4 siswa (11,4 %), peningkatan nilai rata-rata sebesar 3,80. Adapun perilaku siswa juga mengalami perubahan menjadi lebih baik dari siklus I ke siklus II.
Perubahan perilaku siswa meliputi : keaktifan dari kategori cukup aktif menjadi aktif, keseriusan dari kategori cukup serius menjadi serius, kerja sama dari kategori cukup baik menjadi baik, kemampuan berbagi dari kategori cukup baik menjadi baik serta kedisiplinan dan tanggung jawab dari kategori cukup disiplin dan tangggung jawab menjadi disiplin dan tanggung jawab.
Download Jurnal PTK SMA Kelas XII Mapel Kimia
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam menyetarakan persamaan reaksi redoks mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tes kondisi awal didapatkan 21 siswa (60 %) tuntas belajar dengan nilai rata-rata 68,78, pada siklus I didapatkan 28 siswa (80 %) tuntas belajar dengan nilai rata-rata 76,86, dan pada siklus II didapatkan 32 siswa (91,4 %) tuntas belajar dengan nilai rata-rata 80,66.
Berarti dari kondisi awal ke siklus I terjadi peningkatan ketuntasan belajar sebanyak 7 siswa (20 %), peningkatan nilai rata-rata sebesar 8,08 dan dari siklus I ke siklus II peningkatan ketuntasan belajar sebanyak 4 siswa (11,4 %), peningkatan nilai rata-rata sebesar 3,80. Adapun perilaku siswa juga mengalami perubahan menjadi lebih baik dari siklus I ke siklus II.
Perubahan perilaku siswa meliputi : keaktifan dari kategori cukup aktif menjadi aktif, keseriusan dari kategori cukup serius menjadi serius, kerja sama dari kategori cukup baik menjadi baik, kemampuan berbagi dari kategori cukup baik menjadi baik serta kedisiplinan dan tanggung jawab dari kategori cukup disiplin dan tangggung jawab menjadi disiplin dan tanggung jawab.
Download Jurnal PTK SMA Kelas XII Mapel Kimia
Sabtu, 01 April 2017
Download Jurnal PTK Akuntansi kelas XI IPS
Hasil observasi yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) mampu meningkatkan hasil belajarnya dan keaktifan siswapun meningkat. Untuk penilaian hasil belajar dari ranah kognitif dapat dilihat dari hasil post tesnya (tes hasil belajar) yang menunjukkan nilai rata-rata mereka adalah 76,97 terlihat meningkat dibandingkan dengan nilai rata-rata mereka sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) yaitu 63.91.
Jumlah siswa yang mendapatkan nilai diatas standar ketuntasan 65,00 sebanyak 26 siswa dari jumlah keseluruhan 32 siswa. Dengan kata lain, indikator ketercapaian pada siklus I telah tercapai yaitu 76,97% siswa telah memperoleh nilai diatas 65,00 dari 70% target yang direncanakan.
Untuk penilaian hasil belajar ranah psikomotorik siswa, peneliti melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pengamatan sekitar 78,37% siswa nilai psikomotoriknya telah mencapai 65,00. Dengan kata lain indikator ketercapaian pada siklus I telah tercapai yaitu sebesar 78,37% siswa telah memperoleh nilai minimal 65,00 dari target 70% yang telah direncanakan.
Berdasarkan pengamatan pada siklus I siswa lebih aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar dibandingkan sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Siswa tampak aktif dalam diskusi dan kerja kelompok serta aktif saat pembeljaran berlangsung. Rata-rata keaktifan siswa pada siklus I mencapai 60,36% dengan demikian indikator ketercapaian yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 60% telah tercapai.
Download Jurnal PTK Akuntansi kelas XI IPS
Jumlah siswa yang mendapatkan nilai diatas standar ketuntasan 65,00 sebanyak 26 siswa dari jumlah keseluruhan 32 siswa. Dengan kata lain, indikator ketercapaian pada siklus I telah tercapai yaitu 76,97% siswa telah memperoleh nilai diatas 65,00 dari 70% target yang direncanakan.
Untuk penilaian hasil belajar ranah psikomotorik siswa, peneliti melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pengamatan sekitar 78,37% siswa nilai psikomotoriknya telah mencapai 65,00. Dengan kata lain indikator ketercapaian pada siklus I telah tercapai yaitu sebesar 78,37% siswa telah memperoleh nilai minimal 65,00 dari target 70% yang telah direncanakan.
Berdasarkan pengamatan pada siklus I siswa lebih aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar dibandingkan sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Siswa tampak aktif dalam diskusi dan kerja kelompok serta aktif saat pembeljaran berlangsung. Rata-rata keaktifan siswa pada siklus I mencapai 60,36% dengan demikian indikator ketercapaian yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar 60% telah tercapai.
Download Jurnal PTK Akuntansi kelas XI IPS
Kamis, 30 Maret 2017
Download jurnal PTK Mapel Bahasa Indonesia kelas X SMA
Penelitian ini akan mengambil seting tempat di kelas X MIPA 1 semester satu tahun pelajaran 2013/ 2014 SMA Negeri 2 Surakarta. Tempat ini dipilih karena merupakan tempat peneliti melaksanakan tugas pembelajaran sehingga sangat memudahkan dalam pengumpulan datanya. Selain itu, hasil penelitian akan menjadi lebih bermakna, terutama dalam upaya pengembangan pembelajaran dan sekaligus untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme peneliti sebagai guru.
Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian diprogramkan selama paling lama tiga bulan mulai dari perencanaan, pelaksanaan penelitian, pemerolehan data, pengolahan dan analisis data, sampai dengan penulisan laporan hasil penelitian. Waktu penelitian yaitu pada awal bulan Agustus sampai dengan akhir bulan Oktober 2013 yaitu pada semester 1 tahun pelajaran 2013/ 2014. Penelitian tindakannya dilakukan pada pertemuan ketiga, keempat, dan kelima pada saat pembelajaran keterampilan berbicara dengan topik bahasan berdiskusi.
Data dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan adalah data aktivitas belajar dan kompetensiketerampilan membaca peserta didik dari prasiklus, siklus I, siklus II, dan siklus III. Pengumpulan data aktivitas peserta didik dalam pembelajaran membaca dilakukan dengan teknik observasi sedangkan Pengumpulan data keterampilan membaca peserta didik dilakukan dengan tes kompetensi keterampila membaca.
Download jurnal PTK Mapel Bahasa Indonesia kelas X SMA Disini
Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian diprogramkan selama paling lama tiga bulan mulai dari perencanaan, pelaksanaan penelitian, pemerolehan data, pengolahan dan analisis data, sampai dengan penulisan laporan hasil penelitian. Waktu penelitian yaitu pada awal bulan Agustus sampai dengan akhir bulan Oktober 2013 yaitu pada semester 1 tahun pelajaran 2013/ 2014. Penelitian tindakannya dilakukan pada pertemuan ketiga, keempat, dan kelima pada saat pembelajaran keterampilan berbicara dengan topik bahasan berdiskusi.
Data dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan adalah data aktivitas belajar dan kompetensiketerampilan membaca peserta didik dari prasiklus, siklus I, siklus II, dan siklus III. Pengumpulan data aktivitas peserta didik dalam pembelajaran membaca dilakukan dengan teknik observasi sedangkan Pengumpulan data keterampilan membaca peserta didik dilakukan dengan tes kompetensi keterampila membaca.
Download jurnal PTK Mapel Bahasa Indonesia kelas X SMA Disini
Sabtu, 29 Oktober 2016
Jurnal PTK SMA kelas 11 IPS mapel Akuntansi materi Laporan Keuangan
Penyajian materi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar ranah kognitif siswa.
Hal ini terbukti pada nilai post tes diakhir siklus I nilai rata-rata siswa 76,64 dengan prosentase ketuntasan sebesar 76,97% terjadi peningkatan prosentase ketuntasan siswa yaitu sebesar 23,03% (prosentase sebelum siklus I yaitu 36,09%, prosentase siklus I 63,91%) peningkatan nilai rata-ratanya yaitu sebesar 11,86 (sebelum siklus I yaitu 63,91, nilai siklus I 76,97). Dengan demikian indikator ketercapaian belajar siswa pada siklus I sebesar 70% telah tercapai. Hal ini menunjukkan siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh guru sebab adanya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).
Pada siklus II juga terjadi peningkatan hasil belajar kognitif siswa yang terbukti dengan nilai rata-rata mereka adalah 87,31 dengan prosentase ketuntasan sebesar 100% melampaui indikator ketercapaian ketuntasan belajar siswa yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 75%. Apabila dibandingkan dengan siklus I, prosentase ketuntasan siswa mengalami peningkatan sebesar 21,62% ( siklus I 76,97%, siklus II 100%), dengan peningkatan nilai rata-rata sebesar 11,95 (rata-rata nilai siklus I 76,64, nilai rata-rata siklus II 87,31).
Apabila dibandingkan dengan sebelum penerapan STAD, nilai rata-rata siswa siklus II mengalami peningkatan sebesar 23,81 (sebelum penerapan STAD 63,91, siklus II 87,31) dengan peningkatan prosentase ketuntasan siswa sebesar 59,46% (sebelum penerapan 36,09%, siklus II 100%).
Download jurnal PTK SMA kelas 11 IPS mapel Akuntansi
Hal ini terbukti pada nilai post tes diakhir siklus I nilai rata-rata siswa 76,64 dengan prosentase ketuntasan sebesar 76,97% terjadi peningkatan prosentase ketuntasan siswa yaitu sebesar 23,03% (prosentase sebelum siklus I yaitu 36,09%, prosentase siklus I 63,91%) peningkatan nilai rata-ratanya yaitu sebesar 11,86 (sebelum siklus I yaitu 63,91, nilai siklus I 76,97). Dengan demikian indikator ketercapaian belajar siswa pada siklus I sebesar 70% telah tercapai. Hal ini menunjukkan siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh guru sebab adanya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).
Pada siklus II juga terjadi peningkatan hasil belajar kognitif siswa yang terbukti dengan nilai rata-rata mereka adalah 87,31 dengan prosentase ketuntasan sebesar 100% melampaui indikator ketercapaian ketuntasan belajar siswa yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 75%. Apabila dibandingkan dengan siklus I, prosentase ketuntasan siswa mengalami peningkatan sebesar 21,62% ( siklus I 76,97%, siklus II 100%), dengan peningkatan nilai rata-rata sebesar 11,95 (rata-rata nilai siklus I 76,64, nilai rata-rata siklus II 87,31).
Apabila dibandingkan dengan sebelum penerapan STAD, nilai rata-rata siswa siklus II mengalami peningkatan sebesar 23,81 (sebelum penerapan STAD 63,91, siklus II 87,31) dengan peningkatan prosentase ketuntasan siswa sebesar 59,46% (sebelum penerapan 36,09%, siklus II 100%).
Download jurnal PTK SMA kelas 11 IPS mapel Akuntansi
Minggu, 09 Oktober 2016
Download PTK SMA semester II kelas 10 mapel PAI
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMA pada tahun pelajaran 2012/2013, dimulai pada bulan Desember tahun 2012 sampai dengan bulan Juni 2013.
Prosedur Penelitian
Penelitian ini berfungsi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran (Teaching Learning Quality). Jika kualitas pembelajaran meningkat maka prestasi belajar peserta didik meningkat.
PTK ini fokuskan untuk mencari pemecahan masalah yang dialami oleh guru dan peserta didik di SMA Negeri 8 Surakarta. PTK menurut (Suharjono, Supardi, 2011:85), terdiri dari empat kegiatan yang berulang-ulang disebut dengan siklus,satu siklus terdiri dari: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanan tindakan; (3) pengamatandan pengumpulan data; (4) refleksi.
Siklus 2 merupakan perbaikan tindakan dari siklus 1,akibat masih dijumpai adanya kelemahan atau kekurangan pada tindakan siklus I, maka perlu adanya perencanaan yang lebih baik dan lengkap dari metode yang telah dilakukan.
Download PTK SMA semester II kelas 10 mapel PAI
Prosedur Penelitian
Penelitian ini berfungsi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran (Teaching Learning Quality). Jika kualitas pembelajaran meningkat maka prestasi belajar peserta didik meningkat.
PTK ini fokuskan untuk mencari pemecahan masalah yang dialami oleh guru dan peserta didik di SMA Negeri 8 Surakarta. PTK menurut (Suharjono, Supardi, 2011:85), terdiri dari empat kegiatan yang berulang-ulang disebut dengan siklus,satu siklus terdiri dari: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanan tindakan; (3) pengamatandan pengumpulan data; (4) refleksi.
Siklus 2 merupakan perbaikan tindakan dari siklus 1,akibat masih dijumpai adanya kelemahan atau kekurangan pada tindakan siklus I, maka perlu adanya perencanaan yang lebih baik dan lengkap dari metode yang telah dilakukan.
Download PTK SMA semester II kelas 10 mapel PAI
Langganan:
Postingan (Atom)